Inovasi Manis Berkhasiat: Ibu-Ibu PKK Desa Ngrayun dan Mahasiswa KKN IPB Olah Hasil Panen Jahe Jadi Permen Sehat
NGRAYUN, 2 Agustus 2026 – Memanfaatkan melimpahnya komoditas pertanian lokal, Tim Kelompok Kerja Nyata (KKN) IPB University berkolaborasi erat dengan Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ngrayun menggelar pelatihan pembuatan inovasi permen jahe. Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini diselenggarakan pada Minggu (2/8/2026) mulai pukul 10.00 WIB bertempat di Balai Desa Ngrayun.
Program hilirisasi pangan ini diinisiasi guna meningkatkan nilai ekonomi hasil bumi desa. Rimpang jahe segar hasil panen warga yang biasanya hanya dijual mentah atau diseduh langsung disulap menjadi camilan modern bernilai tambah. Dalam proses pengolahannya, mahasiswa KKN IPB memandu formulasi resep seimbang yang memadukan sari jahe, gula, tepung tapioka, mentega, asam sitrat, dan high fructose syrup. Formulasi tersebut menghasilkan permen dengan tekstur kenyal-lembut yang pas, rasa manis legit, sentuhan segar, serta sensasi hangat khas rempah di tenggorokan.
Suasana gotong royong dan keakraban tampak menyelimuti area Balai Desa sejak pagi. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk mempraktikkan alur produksi secara langsung, mulai dari pemerasan sari jahe, penimbangan bahan, hingga proses masak di atas wajan besar. Para mahasiswa mendemonstrasikan teknik pengadukan berkala serta penggunaan termometer dapur guna memantau suhu karamelisasi adonan secara presisi agar tidak gosong dan mencapai tingkat kekenyalan ideal sebelum dicetak dan dikemas rapi.
"Potensi pertanian jahe di Desa Ngrayun sangat melimpah, namun selama ini rantai nilainya masih terbatas pada penjualan bahan mentah. Melalui pelatihan pengolahan permen berbasis standar higienis dan kontrol suhu dengan termometer ini, kami ingin membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan teknologi pangan terapan yang aplikatif dan berdaya saing di pasar UMKM," terang Koordinator Tim KKN IPB Desa Ngrayun.
Ketua PKK Desa Ngrayun menyambut antusias transfer ilmu dan teknologi pengolahan pangan ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan alternatif bisnis rumahan yang sangat konkret dan mudah direplikasi oleh kaum ibu di lingkungan dusun masing-masing.
"Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami. Proses memasak permen dengan tambahan mentega, high fructose syrup, dan takaran asam sitrat yang pas membuat rasanya sangat enak dan disukai anak-anak hingga orang tua. Kerja sama dan gotong royong antar-ibu PKK bersama adik-adik KKN di Balai Desa hari ini menjadi modal penting untuk merintis kelompok usaha bersama," tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi uji organoleptik atau pencicipan bersama permen jahe hasil kreasi masing-masing kelompok serta penyerahan panduan modul resep standar. Produk olahan permen jahe ini diproyeksikan terus dikembangkan oleh kelompok PKK Desa Ngrayun hingga memiliki izin edar resmi dan menjadi produk cinderamata khas desa yang berkelanjutan.