Dari Kangkung hingga Pakcoy, KKN IPB dan Ibu-Ibu PKK Desa Ngrayun Praktikkan Budidaya Hidroponik
NGRAYUN, 1 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian konsumsi sayuran segar skala rumah tangga, Tim Kelompok Kerja Nyata (KKN) IPB University berkolaborasi dengan Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ngrayun menggelar pelatihan serta praktik budidaya tanaman hidroponik, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan pelatihan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dipusatkan di kediaman Kepala Dusun Desa Ngrayun.
Acara dibuka pada pagi hari dengan sesi pemaparan edukatif oleh para mahasiswa KKN IPB. Mahasiswa membagikan wawasan mengenai konsep dasar pertanian modern tanpa tanah, keunggulan teknik hidroponik dari segi efisiensi tempat dan air, hingga cara menjaga kualitas air baku agar tanaman bebas hama. Setelah sesi teori, para peserta beranjak ke halaman rumah Kepala Dusun untuk mengikuti demonstrasi dan praktik lapangan secara langsung.
Suasana gotong royong tampak kental saat ibu-ibu PKK bersama mahasiswa bahu-membahu merakit set alat hidroponik. Pelatihan ini memanfaatkan sejumlah varietas sayuran hijau populer yang diujicobakan secara serentak, yaitu kangkung, selada, caisim, bayam hijau, dan pakcoy.
Tahapan praktik dimulai dari pemotongan dan pembasahan media rockwool sebagai tempat penyemaian benih, teknik peletakan biji tanaman yang presisi, hingga perakitan sistem instalasi pipa dan bak penampung nutrisi pascasemai. Mahasiswa juga mendemonstrasikan takaran presisi pencampuran pupuk nutrisi khusus hidroponik (seperti formula AB Mix) agar pasokan hara makro dan mikro bagi tanaman tercukupi secara optimal.
"Pemilihan komoditas kangkung, selada, caisim, bayam hijau, dan pakcoy didasarkan pada siklus panennya yang cepat serta tingginya kandungan nutrisi harian. Dengan set alat hidroponik sederhana dan media rockwool, masyarakat dapat mengoptimalkan sudut pekarangan rumah yang sempit menjadi sumber pangan mandiri yang bersih, higienis, dan bernilai ekonomis," jelas Koordinator Tim KKN IPB Desa Ngrayun.
Kepala Dusun menyambut baik pemilihan kediamannya sebagai titik kumpul kegiatan edukatif ini. Ia mengapresiasi semangat kebersamaan warganya yang antusias mempelajari teknik bertani ramah lingkungan tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Ketua PKK Desa Ngrayun. Menurutnya, pendampingan yang intensif dan praktik langsung membuat materi yang terkesan teknis menjadi sangat mudah diterapkan.
"Pelatihan dari adik-adik mahasiswa IPB sangat aplikatif. Kami diajarkan runtut dari cara memotong rockwool, merawat semaian, menyusun set alat hidroponik bersama-sama secara gotong royong, sampai takaran pupuk khususnya. Semangat kebersamaan ibu-ibu PKK di rumah Bapak Kepala Dusun hari ini menjadi awal yang bagus agar ke depan setiap keluarga bisa memanen sayuran hijau segar sendiri di rumah tanpa perlu beli di pasar," ungkap Ketua PKK.
Sinergi antara mahasiswa KKN IPB dan kader PKK Desa Ngrayun ini ditutup dengan penyerahan percontohan modul instalasi hidroponik. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan ini, program budidaya hidroponik diharapkan terus berlanjut secara swadaya di pekarangan warga demi mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan di Desa Ngrayun.